Jual Pulsa, Salah Satu Sumber Pendapatan

Tulisanku Comment( 0)

Seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang mengeluh dalam mengeluh dalam menjalani kehidupan ini. Biasanya, mereka mengelu dikarenakan sumber pendapatan yang lebih kecil daripada pengeluaran. Salahkah orang-orang yang seperti ini?

Sebenarnya orang-orang yang mengeluh seperti ini tidak terlalu bersalah jika dia tidak sering mengeluh dan terus mencoba mencari sumber pendapatan. Tetapi, mereka akan sangat salah jikalau didalam hidup mereka hanya bias mengeluh, padahal banyak sekali peluang yang bias dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan jika mereka mau. Salah satu caranya mungkin dengan berjualan pulsa.

Saat ini, kita menyadari bahwa sudah banyak orang yang menggunakan handphone (HP) dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, sangat sering sekali kalau satu orang tersebut mempunyai dua atau bahkan lebih dari dua hp sekaligus. Selain itu, setiap rumah tangga sangat besar kemungkinnan memiliki satu buah hp.

Tentunya HP tersebut memerlukan pulsa sehingga bisa digunakan. Tidak mungkin kalau sebuah HP tidak mempunyai pulsa. Hal ini merupakan bagi kita untuk mendapatkan penghasilan tambaan, walaupun memang untungnya tidak terlalu besar dalam setiap transaksi, tetapi kalau kita lakukan dengan giat dan tekun bukan tidak mungkin kalau kita nantinya akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, saya mengajak rekan-rekan bergabung bersama saya dalam usaha jual beli pulsa yang saya lakukan. Rekan-rekan bisa meraih sumber penghasilan tambahan dengan mengikuti usaha ini. Selain biaya pulsa yang relative murah dan kita bisa mematok harga jual sendiri (yang tentunya masih harus wajar), kita juga telah bersedekah sebesar 25 rupiah pada setiap transaksi yang kita lakukan. Uang sedekah yang kita berikan, nantinya oleh para pengelola usaha ini akan diberikan kepada orang yang membutuhkannya.

Usaha ini memiliki dua buah pilihan bagi anda yang berminat untuk gabung diusaha ini. Pilihan pertama yaitu sebagai dealer pulsa, dimana anda akan mendapatkan keuntungan jumlah pulsa yang murah dan bisa menjual dengan harga yang kita inginkan. Sedangkan bagi anda yang ingin mendaftar sebagai agen pulsa, rekan-rekan akan mendapatkan harga yang sedikit lebih mahal daripada dealer pulsa.

Jika anda ingin menjadi dealer pulsa, maka anda akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 99.000 ditambah dengan tiga digit terakhir nomor hp yang anda gunakan sebagai nomor pendaftaran dengan tujuan mempercepat proses pendaftarakan. Biaya pendaftaran sebesar itu akan digunakan dengan rincian kita akan diberikan sebuah obat habbatusauda seharga Rp. 29.000 yang berguna sebagai perantara penyembuhan penyakit. Kemudian anda akan mendapatkan deposit awal sebesar Rp. 30.000. Setelah itu, dari total biaya pendaftaran itu akan digunakan untuk komisi upline sebesar Rp. 15.000, Biaya Perawatan System sebesar Rp. 9.000, dan Biaya pengiriman produk Habbatusauda sebesar Rp. 16.000,-.

Sedangkan jika anda mendaftar sebagai agen pulsa, anda tidak akan ditarik biaya pendaftaran, tetapi anda akan mendapatkan biaya pulsa yang sedikit lebih mahal dari dealer pulsa dan tentunya ini juga sedikit mempengaruhi harga jual pulsa anda. Selain itu, anda juga tidak akan mendapatkan fasilitas web replika yang bisa anda gunakan sebagai media promosi di dunia maya.

Jika anda berminat dengan usaha yang sedang saya tawarkan ini, silahkan anda bergabung dan memilih jenis keanggotaan berdasarkan keinginan anda. Jika anda memilih untuk menjadi dealer pulsa, anda bisa daftar melalui link usaha pulsa milik kami dengan cara mengklik link ini. Sedangkan jika anda ingin menjadi agen pulsa, anda bisa sms saya dengan format DAFTAR-AGEN#Nama_Outlet#Nama#Kota#HP dan kemudian kirim ke nomor 0819.2942.0447. Nanti, setelah anda mendapatkan pemberitahuan bahwa keanggotaan anda telah diaktifkan dan anda telah melakukan deposit, maka anda bisa mulai menjalankan penjualan produk pulsa elektronik secara mandiri.

Sampai saat tulisan ini dibuat, saya belum pernah merasakan bahwa usaha ini merupakan penipuan. Setiap uang yang saya depositokan, tetap ditambahkan kedalam saldo pulsa saya berdasarkan berapa yang saya depositkan. Jika anda masih memiliki pertanyaan, mari kita diskusikan dengan cara mengirimkan email kepada saya dengan alamat oyonghairudin99@gmail.com

Mari bersama-sama kita mulai usaha ini. Usaha ini merupakan langkah awal bagi kita untuk menangkap peluang usaha lain yang lebih baik dari ini. Kalau tidak dilakukan sekarang, maka kapan lagi kita akan melakukannya. Peluang tidak dating kedua kali. Jika peluang tersebut telah dating, maka ambil dan kerjakanlah peluang itu.

Salam sukses

http://ohs87.blogspot.com/2011/08/jual-pulsa-salah-satu-sumber-pendapatan.html

Read more..


Pesan Dari Seorang Pelacur

Tulisanku Comment( 0)

Tulisan kali ini saya buat setelah melihat dan membaca status dari teman saya di jejaring sosial Facebook. Ketika membaca status yang dibuat oleh teman saya, saya teringat dengan pernyataan dari seorang teman yang kebetulan mempunyai pekerjaan yang dianggap hina oleh banyak orang. Oh ya, teman saya ini berjenis kelamin wanita loh.

Saya bersyukur karena diciptakan oleh Allah SWT seperti pada saat ini. Walaupun tidak kaya, tetapi saya punya banyak sekali teman dari golongan orang-orang kaya. Bahkan, saya juga lebih senang lagi karena mempunyai lebih banyak teman dari golongan-golongan menengah kebawah.

Saya juga bersyukur punya banyak teman yang sangat taat kepada ajaran agama dan bahkan saya juga mempunyai banyak teman yang tidak taat dengan ajaran agama.

Selain itu, saya juga bersyukur karena mempunyai banyak kenalan dan teman yang berasal dari golongan pejabat, baik di Pusat ataupun di Daerah. Bahkan, saya jadi bertambah senang karena dipertemukan oleh Allah SWT dengan orang-orang yang menekuni pekerjaan yang dipandang hina oleh banyak orang. Semuanya memberikan pelajaran tersendiri buat saya pribadi agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Tetapi pada tulisan kali ini, saya tidak ingin berbagi cerita tentang teman-teman saya yang kaya ataupun yang miskin, apalagi tentang para pejabat di negeri ini. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang apa yang dipesankan oleh teman saya yang kebetulan kerjanya dimalam hari.

Pernah suatu ketika, teman saya tersebut menyatakan bahwa dirinya tidaklah hina seperti yang kebanyakan orang tuduh. Dia menyatakan bahwa kebanyakan wanita yang lebih hina dari dia adalah berasal dari golongan wanita-wanita yang berpendidikan.

Saya pun bingung dengan pernyataan dia. Saya meminta penjelasan dari pernyataan yang dikatakannya. Dia mengatakan bahwa seorang pekerja seks atau seorang pelacur, setiap ada orang yang akan memegang tubuhnya atau mungkin menikmati tubuhnya, tidak akan sembarangan orang yang bisa melakukannya. Hanya orang-orang yang mempunyai uang saja yang bisa menikmati tubuhnya.

Selanjutnya dia meminta memperhatikan wanita-wanita yang mengaku orang baik itu. Dia mengatakan baha tidak ada wanita baik yang mau mempertunjukkan pahanya, bokongnya, celana dalamnya, atau bahkan payudaranya ditempat umum dan diwaktu orang ramai serta bukan kepada suaminya. Dia mengatakan bahwa teman-teman dia saja tidak terlalu mau seperti wanita-wanita yang mengaku baik, tetapi malah melihatkan tubuhnya. Jadi, wanita-wanita itu sama saja dengan seorang pelacur dan bahkan bisa saja lebih hina dari seorang pelacur, katanya.

Saya hanya terdiam mendengarkan penjelasannya. Memang benar apa yang dikatakannya. Kita lihat saja saat ini, betapa banyak sekali wanita-wanita yang mengaku orang baik-baik dan memandang ini wanita pelacur, tetapi mereka memamerkan paha mereka, celana dalam mereka, atau bahkan payudara mereka untuk dilihat orang banyak. Saya hanya bisa diam saja mendengarkan penjelasannya sambil menunggu penjelasan selanjutnya.

Dia pun melanjutkan penjelasannya. Dia lantas mengatakan bahwa banyak wanita yang bodoh karena dimanfaatkan lelaki brengsek yang mengatasnamakan cinta. Dia mengatakan bahwa pacaran merupakan tameng yang digunakan oleh lelaki untuk menikmati tubuh wanita secara gratis dan apabila tubuh wanita sudah dinikmati, maka sang wanita tersebut ditinggalkan begitu saja.

Dia menduga bahwa sangat banyak wanita yang pacaran tetapi sudah pernah berhubungan seks atau paling minimal ciuman dan raba meraba. Lelaki mana yang tidak akan tergoda ketika melihat paha wanita yang putih dan mulus serta payudara yang montok? Hanya lelaki yang tidak normal yang tidak akan tergoda. Oleh karena itu, banyak sekali lelaki yang hanya ingin menikmati tubuh wanita secara gratis dengan mengatasnamakan pacaran dan "cinta".

Dia pun lantas mengatakan bahwa disinilah letak dimana wanita yang seperti itu lebih hina dari pelacur. Dia mengatakan bahwa jika ada seorang lelaki yang ingin berhubungan seks dengan pelacur, maka lelaki tersebut harus mengeluarkan uang untuk melakukannya dan juga didalam sebuah ruangan kamar ataupun didalam hotel. Sementara itu, wanita yang pacaran, banyak yang dengan mudah disentuh oleh lelaki yang mereka namakan pacar. Padahal, didalam hukum negara dan hukum agama tidak mengenal yang namanya pacar ataupun kekasih.

Mereka dengan mudah memberikan tubuh mereka kepada pacarnya secara gratis. Bahkan, yang lebih parahnya lagi, banyak diantara mereka yang melakukannya ditempat umum.

Lantas dimanakah letak kemuliaan wanita itu? Dia merasa dia masih tinggi derajatnya dari wanita tersebut. Dia ketika mau berhubungan seks, mendapatkan uang. Sementara wanita yang berhubungan seks dengan pacarnya, tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan setelah mereka putus dengan pacarnya, bukan tidak mungkin akan kembali berhubungan seks dengan pacar barunya. Jadi, wanita yang seperti itu tidak lebih dari seorang pelacur modern.

Saya hanya bisa terdiam ketika mendengar semua penjelasan dari teman saya yang satu ini. Saya merasa bahwa semua penjelasannya benar dan bahkan sangat benar. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak pada tahun 2007 yang lalu menyebutkan bahwa sekitar 62,7% remaja Indonesia sudah tidak perawan. Bahkan yang lebih parahnya lagi, sekitar 21,2% remaja putri di tingkat sekolah menengah atas pernah aborsi.

Mungkin masih ada yang tidak percaya dengan survei tersebut. Tetapi kalau melihat betapa banyaknya generasi muda yang menikah dikarenakan hamil dahuluan dan juga semakin meningkatnya produksi film porno buatan anak bangsa ini, maka saya merasa bahwa survei tersebut tidak salah salah dan bahkan mungkin sangat benar.

Teman saya tersebut kembali melanjutkan pembicaraannya. Dia cuma meminta kepada banyak orang agar tidak menghina dia dan rekan-rekan dia yang lainnya. Dia juga meminta kepada semua orang agar jangan hanya mencaci tanpa menghadirkan solusi pemecahan masalah yang dihadapinya. Dia meminta agar masyarakat dan pemerintah mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi mereka, agar mereka bisa kembali hidup sebagai wanita biasa.

Dia juga meminta saya untuk menyampaikan kepada pejabat, orang kaya, dan masyarakat yang saya kenal agar kembali memikirkan ulang tentang pemberian izin kepada anak-anak wanita untuk memakai pakaian yang terbuka. Selain itu, dia juga meminta agar orang tua memikirkan ulang untuk memberikan izin kepada sang anak wanita yang ingin pacaran. Jangan sampai ketika nanti anak-anak wanita tersebut sudah menjadi korban, baru kemudian menyesal.

Dia juga meminta kepada saya agar menyampaikan kepada teman-teman saya yang berjenis kelamin wanita agar tidak terpengaruh dengan status pacaran. Dia mengatakan bahwa pacaran tidak bermanfaat bagi wanita, bahkan lebih besar peluang untuk merugikan sang wanita. Jika memang sang lelaki benar-benar mencintai sang wanita, maka sang lelaki akan menemui orang tua si wanita dan mengatakan bahwa dia ingin melamar sanga wania. Lebih baik jomblo daripada pacaran karena jodoh telah diatur oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Allah akan memberikan kita jodoh, jika kita sudah siap. Jika kita belum siap untuk menikah, mengapa kita harus cepat-cepat mencari jodoh?

Sambil menikmati hisapan demi hisapan rokok, saya bersyukur bahwa saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seseorang yang selama ini dianggap ini. Orang yang selama ini dianggap hina, ternyata lebih peduli kepada rekannya sesama jenis agar tidak menjadi korban lelaki yang brengsek dikarenakan kelalaian diri sendiri.

Pada kegelapan malam hari itu, aku hanya bisa berdo�a agar Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa melindungi diriku, dirinya, dan kita semua dari perbuatan tercela yang dapat mendatangkan amarah-Nya dan juga dapat merusak nama baik kita semua.

Selain itu, didalam hati saya juga berdo�a agar tidak ada lagi wanita yang berhubungan seks dengan orang yang tidak sah baginya. Tidak ada lagi wanita yang memamerkan anggota tubuhnya karena keindahan tubuhnya hanya milik suaminya seorang, bukan orang lain. Kalaupun tidak bisa hilang, saya hanya bisa berdo�a agar wanita yang berhubungan seks dengan orang yang bukan suaminya dan wanita yang memamerkan anggota tubuhnya, menjadi sangat sedikit. Semoga saja... Amiin.

http://udaudin.blogspot.com/2011/07/pesan-dari-seorang-pelacur.html

#Palembang Di Siang Hari yang cerah sambil ditemani sebuah dendang dari miliknya Iwan Fals yang berjudul Lonteku

Read more..

Rentenir Pendidikan

Tulisanku Comment( 0)

Lama Rasanya saya tidak membuat tulisan. Seperti biasa, banyaknya masalah dan padatnya waktu serta kondisi perasaan yang sedang tidak menentu, terkadang menjadi penghambat saya untuk membuat sebuah tulisan. Padahal, banyak sekali ide-ide yang sudah ada didalam otak ini, tetapi mau bagaimana lagi kalau perasaan tidak menentu, tentunya akan menjadi penghalang bagi banyak orang untuk menuliskan idenya.

Pada kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang dunia pendidikan. Berhubung beberapa saat yang lalu telah dilaksanakannya dan diumumkannya Ujian Nasional dan juga hasil tes penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri di seluruh daerah di Indonesia.

Tulisan kali ini, lebih saya khususkan untuk berbagi cerita seputar dunia pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Masuk perguruan tinggi negeri pada saat ini, masih menjadi pilihan utama sebagian besar siswa yang telah lulus ujian nasional tingkat sekolah menengah atas.

Berbagai cara dilakukan agar mereka bisa lulus menjadi mahasiswa baru di universitas negeri dan juga yang terfavorit. Menurut sebagian orang, selain pola pendidikan yang baik dan mudah mendapatkan pekerjaan, menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan favorit bisa memberikan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa tersebut.

Ketika sudah diterima menjadi mahasiswa disebuah perguruan tinggi negeri dan terfavorit, ternyata banyak orang yang harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa biaya awal untuk masuk perguruan tinggi tersebut sangatlah mahal.

Kebetulan pada penerimaan calon mahasiswa baru pada tahun ini, adik ikut seleksi dan dinyatakan lulus tes disalah satu universitas negeri yang terfavorit di provinsi tempat saya tinggal. Tentunya, untuk lulus sebagai mahasiswa tersebut tidaklah mudah.

Banyak cara yang dilakukan oleh orang tua saya dan adik saya guna menghadapi ujian penerimaan calon mahasiswa baru dengan harapan agar adik saya tersebut bisa lulus. Orang tua saya mengumpulkan uang sebesar dua juta rupiah untuk mendaftarkan adik saya disalah satu bimbingan belajar. Adik saya pun belajar sampai larut malam dengan harapan agar dia bisa menjawab soal ujian penerimaan mahasiswa baru tersebut dengan benar. Hasilnya, adik saya pun lulus tes tersebut.

Ternyata, ketika sudah lulus jadi mahasiswa, kami dan sebagian orang tua dan mungkin juga calon mahasiswa, dihadapkan pada kondisi agar bisa menyiapkan uang yang sangat besar. Kalau adik saya, harus mengeluarkan uang sebesar dua belas juta delapan puluh lima ribu rupiah. Uang tersebut merupakan total penjumlahan dari uang pemeriksaan kesehatan sebesar seratus empat puluh lima ribu, uang registrasi sebesar lima ratus ribu, uang DPU sebesar tujuh ratus ribu rupiah, uang DPF sebesar sepuluh juta rupiah, dan uang SPP sebesar tujuh ratus empat puluh ribu rupiah.

Sebagai sebuah keluarga yang sedang berusaha memperbaiki nasib, ayah saya sebagai seorang kepala keluarga merasa sangat terkejut. Bagaimana tidak, biaya awal yang sangat besar, sementara dana yang dipersiapkan hanya sekitar enam juta rupiah. Padahal, ayah saya hanya seorang penjahit pakaian.

Kami tidak putus asa dengan keadaan yang terjadi. Tetapi kami cuma sedikit bingung, mengapa sekolah negeri bisa lebih besar bayaran awal yang didalamnya mungkin terdapat dana pembangunan sebesar sepuluh juta rupiah. Padahal, setahu saya dan orang tua saya, sekolah negeri itu lebih murah dari sekolah swasta walaupun ada biaya pembangunan, sangat tidak mungkin bila melebihi biaya di universitas swasta.

Saya dan orang tua saya pun berbagi tugas guna mencari solusi dari apa yang sedang kami hadapi. Saya bertanya kepada rekan-rekan saya. Saya pun lantas bertanya pada rekan yang bekerja sebagai pegawai di kantor bank tempat biasanya mahasiswa melakukan pembayara. Selain itu, saya juga bertanya kepada rekan yang merupakan dosen S2 di universitas tersebut dan juga menghubungi bagian administrasi di universitas tersebut. Mereka semua menyatakan bahwa tidak ada peluang untuk melakukan pembayaran sebanyak dua kali.

Selain saya bertanya-tanya pada rekan-rekan saya, ibu saya pun juga bertanya pada tetangga saya yang kebetulan ada yang bekerja di lingkungan universitas tersebut. Hasilnya sama saja, tidak ada peluang untuk melakukan pembacaran secara bertahap. Tetapi tetangga saya tersebut menawarkan kepada orang tua saya agar menghadap dekan fakultas dengan harapan bisa memperoleh referensi membayar dua kali.

Tentunya kami semua merasa senang karena ada setitik cahaya terang dari permasalahan yang sedang kami hadapi.

Keesokkan harinya, orang tua saya dan adik saya bersama dengan tetangga saya, pergi menghadap dekan fakultas, Hasilnya cukup menggemberikan, kami diberikan surat referensi bahwa kami boleh membayar secara bertahap.

Ternyata banyak sekali orang tua beserta anaknya yang ingin mengurus agar bisa melakukan pembayaran secara bertahap. Demi memperbaiki nasib anaknya, para orang tua tersebut rela turun naik tangga dan pergi dari satu kantor ke kantor yang lainnya dengan harapan agar bisa mendapatkan surat referensi agar bisa membayar secara bertahap biaya pendidikan bagi anak mereka.

Surat referensi pun sudah didapatkan, tentu orang tua dan adik saya serta saya sendiri pun menjadi senang. Bagaimana tidak, ternyata jumlah yang begitu besar tersebut bisa dibayar secara bertahap. Padahal, hari-hari sebelumnya orang tua dan saya, sempat bersedih karena takut kalau adik saya tidak bisa melanjutkan kuliah. Bahkan sampai sedihnya, saya pun berkomunikasi dengan anggota DPR RI yang berada di Komisi I. Saya bukan bermaksud meminta bantuan dana, tetapi saya hanya minta tolong dicarikan solusi atas mahalnya biaya awal pembayaran ini karena sebelumnya telah banyak orang tua yang bersedih ketika menceritakan tentang betapa susah dan mahalnya biaya pendidikan yang dialaminya.

Sayang seribu kali sayang, surat referensi tersebut ternyata harus berujung dengan kesia-siaan. Ternyata ada sebuah perhitungan yang tidak terduga dan tidak terfikirkan. Ketika orang tua saya dan adik saya hendak melakukan pembayaran di bank dilingkungan universitas tersebut, ternyata didapati kenyataan bahwa jika ingin membayar secara bertahap, maka kami akan dikenakan bunga sekitar satu persen per bulan dari sisa biaya yang belum dibayarkan.

Sebagai contoh, total biaya pembayaran adik saya adalah berjumlah sebesar dua belas juta delapan puluh lima ribu rupiah. Tetapi kami hanya punya dana sebesar lima juta delapan puluh lima ribu rupiah. Jadi sisanya adalah tujuh juta rupiah. Total sebesar tujuh juta rupiah tersebut diambil sebesar satu persen per bulan yang dikenakan kepada kami sebagai bunga. Jadi selain membayar sisa pembayaran, kami juga harus membayar bunga sebesar satu persen yaitu sebesar tujuh puluh ribu sebulan dari total tujuh juta rupiah.

Berdasarkan hitungan orang tua saya, mungkin kami baru bisa melunasi biaya tersebut selama satu tahun. Selain membayar sisa pembayaran, kami juga harus membayar uang bunga sebesar tujuh puluh ribu rupiah yang dikalikan selama dua belas bulan yang berjumlah sekitar delapan ratus empat puluh ribu rupiah. Jumlah ini belum ditambah dengan total biaya dua semester sebesar satu juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah dan ditambah dengan biaya transfortasi adik saya untuk sekolah yang berjumlah sebesar lima juta dua ratus lima puluh ribu. Jika semuanya dijumlahkan, maka akan berjumlah empat belas juta empat ratus empat puluh sembilan ribu rupiah yang harus kami keluarkan selama setahun.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pegawai bank tersebut dan juga telah melakukan perhitungan total biaya yang akan dikeluarkan selama setahun, maka akhirnya diputuskan bahwa kami tidak akan melakukan pembayaran secara bertahap. Kami lebih memilih untuk membayar langsung, walaupun kami juga belum mengetahui bagaimana caranya. Tetapi yang pasti bahwa HARAPAN ITU MASIH ADA asalkan tetap berusaha dan memohon kemudahan dari Allah SWT.

Ternyata, bukannya mendapatkan solusi dari permasalahan, kami mendapatkan permasalahan yang baru jika kami melakukan pembayaran secara bertahap. Bagaimana orang tua bisa berfikir bebas demi kemajuan anaknya jika ternyata solusi pembayaran biaya awal pendidikan mahal seperti itu.

Saat ini, orang tua, saya, dan adik saya sedang berusaha menutupi sisa biaya awal tersebut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak bank yang kemungkinan nanti akan berakhir pada tanggal 11 juli 2011. Uang tabungan orang tua saya sudah diambil. Uang tabungan adik saya juga digunakan untuk mencukupi biaya kuliah tersebut. Bahkan, uang persiapan saya untuk menikah, juga digunakan untuk mencukupi biaya awal tersebut.

Ya memang beginilah kehidupan rakyat golongan menengah kepada. Mereka harus berjuang dengan sekuat tenaga agar bisa menyekolahkan anaknya sebaik mungkin, walaupun dengan cara yang sangat berbahaya sekalipun. Padahal, pemerintah dengan bangganya mengatakan bahwa uang APBN sudah dianggarkan sebesar dua puluh persen untuk biaya pendidikan. Apakah memang uang tersebut benar-benar digunakan untuk biaya pendidikan, ataukah uang tersebut dibagi-bagi dengan sesama mereka dan golongan mereka, dan pendidikan hanya mendapatkan sedikit dari dua puluh persen tersebut? Entahlah, hanya mereka dan Allah SWT yang tahu.

Sementara rakyatnya kesusahan dengan biaya pendidikan, para pejabatnya sedang sibuk dengan masalah korupsi dan suap menyuap. Untuk masalah rakyat, mereka mengatakan bahwa dana sudah tidak ada, tetapi pada kenyataannya, kita mendapatkan informasi bahwa dana miliaran bahkan triliunan rupiah mereka korupsi guna memperkaya diri mereka dan golongan mereka.

Di layar kaca, mereka seolah sebagai seorang yang sangat peduli dengan keadaan masyarakat. Tetapi pada kenyataannya, itu hanyalah omong kosong belaka. Itu tidak lebih hanya sebatas pencitraan agar mereka dipandang peduli kepada rakyat. Padahal nyatanya, mereka sesungguhnya tidak peduli dengan keadaan rakyat mereka. Huuu dasar pemimpin busuk.

Ya Allah Ya Tuhan Kami, tolong berikanlah kepada kami pemimpin yang takut kepada-Mu. Pemimpin yang bisa menjadi perantara dari-Mu untuk membawa kami menjadi rakyat yang adil, sejahtera, bermartabat, madani, serta beriman dan bertaqwa kepada-Mu duhai Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang… Amiiin.

 

http://udaudin.blogspot.com/2011/07/rentenir-pendidikan.html

Read more..

Kader Dakwah, Bukanlah Monyet

Tulisanku Comment( 0)

Perjalanan Partai Dakwah, Partai Keadilan Sejahtera semakin hari semakin menanjak. Semenjak mengikuti pemilu tahun 1999 hingga tahun 2009, Partai Keadilan Sejahtera telah memberikan warna tersendiri dalam dunia politik di Indonesia.

Tentunya kita masih ingat ketika pertama kali pemilu paska orde baru yaitu pada tahun 1999, Partai Keadilan (Nama sebelum Partai Keadilan Sejahtera) hanya mendapatkan 1.436.565 suara dengan 7 kursi di DPR RI dengan posisi peringkat ke tujuh dari empat puluh depalan peserta pemilu. Oleh karena diakibatkan Undang-Undang Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikutsertaan partai politik pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) sebesar 2 persen, maka Partai Keadilan harus mengubah namanya untuk dapat ikut kembali di pemilu berikutnya.

Pada tanggal 02 Juli 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) ditingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat provinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, Partai Keadilan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik Partai Keadilan berubah menjadi hak milik Partai Keadilan Sejahtera, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Melalui penggabungan ini, maka Partai Keadilan resmi berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera.

Pemilu tahun 2004, merupakan pemilu yang sangat bersejarah bagi Partai Dakwah ini. Sebagai partai yang masih terbilang baru, Partai Keadilan Sejahtera dibawah pimpinan DR. H. Hidayat Nur Wahid, MA bisa menggeser partai politik islam yang lain dengan perolehan sebanyak 8.325.020 suara dengan jumlah kursi di DPR RI sebanyak 45 kursi dan menduduki peringkat enam besar dari 24 peserta pemilu dan mengirimkan tiga orang kadernya sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dibawah pimpinan Presiden SBY.

Kemudian, pada pemilu tahun 2009, disaat suara para peserta pemilu disedot oleh Partai Demokrat, hanya Partai Keadilan Sejahtera yang tidak mengalami tsunami pemilu tersebut. Bahkan, secara persentase dan peringkat, perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera meningkat, walaupun hanya sedikit. Berdasarkan hasil pemilu tahun 2009, Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan suara sebanyak 8.206.955 dengan persentas 7,88% dan menduduki peringkat empat dari 38 partai yang mengikuti pemilihan umum 2009. Selain itu, Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan mengirimkan empat orang menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dibawah pimpinan Presiden SBY.

Tentunya sebagai partai dakwah yang mengerti tentang ajaran Islam, kepercayaan masyarakat ini haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena Islam telah mengajarkan bahwa amanah akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT, apalagi amanah sebagai pemimpin dalam sebuah Negara. Azab Allah SWT sangat pedih bagi mereka yang tidak mau menjalankan amanah rakyat yang telah mempercayai mereka.
Saya termasuk orang yang belum terlalu lama mengenal Partai Keadilan Sejahtera. Saya baru mengenal Partai Keadilan Sejahtera selama kurang lebih sepuluh tahun, yang pada saat itu saya masih menjadi pedagang asongan.

Selama perjalanan saya mengenal partai ini, saya banyak mendapatkan info mengenai bagaimana perjuangan anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ini membungkam praktek korupsi, baik di tingkat DPR RI ataupun ditingkat DPRD. Walaupun mereka hanya mempunyai satu orang anggota, suara satu orang anggota itu bisa mengguncang gedung anggota dewan dimana mereka bekerja.

Kini, seiring waktu berjalan, teriakan-teriakan lantang yang disertai dengan tindakan nyata itu, tidak terlalu terdengar lagi. Mungkin karena mereka sudah tidak berbuat apa-apa, atau mungkin saja banyak media yang sengaja tidak memberitahukan, saya tidak mengetahuinya. Hanya Allah SWT dan merekalah yang mengetahuinya.

Tentunya, sebagai seorang wakil rakyat yang dipercayai oleh rakyat, mereka sudah seharusnya melayani rakyat dengan sebaik-baiknya. Pada posisi mereka saat ini, mereka hanyalah BABU (Pelayan) bagi rakyat dan rakyat merupakan majikan mereka.

Sebagai kader dakwah, sebagian besar dari anggota dewan ataupun pejabat yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera pasti mengenal Ustadz Rahmad Abdullah. Ustadz Rahmad Abdullah merupakan mantan Ketua Majels Syuro Partai Keadilan Sejahtera pada tahun 1999 sampai tahun 2005 dan juga merupakan anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera.

Kini, Ustadz Rahmad Abdullah telah tiada. Beliau meninggal pada hari selasa tanggal 14 Juni 2005 dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sebagai seorang guru tarbiyah, beliau banyak sekali meninggalkan wasiat-wasiat berharga kepada kader dakwah Partai Keadilan Sejahtera dan juga masyarakat umum. Salah satu wasiat yang mungkin sebagian besar kader Partai Keadilan Sejahtera mengetahinya. Wasiat tersebut sering diingat dengan sebutan wasiat monyet dan sang angin.

Alm. Ustadz Rahmad Abdullah pernah mengatakan bahwa seorang kader dakwah dan juga manusia, pada umumnya jika ditimpa ujian berupa kesulitan, mereka kemungkinan besar pasti mampu melewatinya. Tetapi, jika ujian tersebut berupa kebaikan atau kenikmatan bagi mereka, sangat sedikit manusia yang mampu melewatinya dan bahkan mereka cenderung kalah dalam ujian tersebut.

Pada suatu ketika ada seekor monyet yang sedang duduk santai dibatang sebuah pohon kelapa. Kakinnya bertengger pada batang pohon itu. Tanpa disadari oleh sang monyet, ada tiga buah angin dengan kekuatan besar sedang bertaruh untuk menjatuhkan monyet tersebut. Ketiga angin itu adalah angin Topan, Angin Tornado, dan Angin Bahorok.

Setelah dilakukan pengundian, akhirnya didapatkan bahwa Angin Topan yang pertama kali harus menjatuhkan monyet itu. Angin Topan dengan gaya sombong mengatakan bahwa dia hanya butuh waktu 45 detik untuk menjatuhkan sang monyet. Setelah posisinya dekat dengan sang monyet, akhirnya angin topan dengan segala kekuatan yang dimilikinya, berusaha menjatuhkan sang monyet. Merasa ada angin dengan kekuatan yang besar mendatanginya, sang monyet pun lantas memeang batang pohon kelapa tersebut dengan sekuat-kuatnya. Beberapa menit pun telah berlalu, sang monyet masih tetap dengan kokoh berdiri diatas pohon kelapa. Angin Topan pun akhirnya menyerah.

Setelah melihat Angin Topan tidak bisa menjatuhkan sang monyet, Angin Tornado pun mulai menyerang sang monyet. Dia mengatakan bahwa hanya butuh waktu sekitar 30 detik untuk menjatuhkan sang monyet. Akhirnya, Angin Tornado pun segera menyerang sang monyet. Angin Tornado pun mengeluarkan segala kekuatan yang dimilikinya, tetapi hasilnya tetap nol. Sang Monyet masih tetap bertengger di batang pohon kelapa itu.

Melihat kedua rekannya tidak sanggup, dengan perasaan was-was, Angin Bahorok pun mencoba untuk menjatuhkan sang monyet. Tetapi apa mau dikata, seiring dengan semakin kuatnya serangan dari Angin Bahorok, sang monyet pun semakin kuat berpegangan pada pohon kelapa itu.

Ketiga angin dengan kekuatan besar tersebut akhirnya mengakui bahwa sang monyet memang kuat dan pejantan tangguh. Daya tahannya luar biasa.

Tidak lama kemudian, datanglah angin sepoi-sepoi. Angin sepoi-sepoi mengatakan bahwa dia ingin ikut menjatuhkan sang monyet. Mendengar angin sepoi-sepoi mengutarakan maksudnya, ketiga angin dengan kekuatan besar itu tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak, mereka saja tidak bisa, apalagi angin sepoi-sepoi dengan kekuatannya yang kecil.

Angin sepoi-sepoi tidak banyak omong. Angin sepoi-sepoi langsung meniup ubun-ubun sang monyet. Mereasa keenakan, nyaman, dan segar, mata sang monyet pun akhirnya terpejam dan tidak lama kemudian dia pun tertidur. Tanpa disadari, ternyata pegangan sang monyet pun terlepas dan akhirnya jatuhlah sang monyet tersebut dari pegangannya yang erat itu.

Dahulu ketika masih berada diluar pemerintahan ataupun masih memiliki jumlah anggota dewan dan pejabat pemerintahan yang sangat sedikit, suara kader Partai Keadilan Sejahtera terdengar lantang dan menakutkan bagi lawan-lawan politiknya. Mereka takut kalau keburukan mereka nanti akan terbongkar.

Kini, ketika jumlah anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera sudah mulai banyak dan juga sudah memiliki empat orang menteri, saya berharap dan mungkin saja kita semua berharap agar pejabat dari Partai Keadilan Sejahtera masih tetap bersuara dengan lantang menyuarakan kebenaran dan berjuang dengan sekuat tenaga untuk membantu memberikan kesejahteraan kepada rakyat.

Kami semua berharap agar pejabat dari Partai Keadilan Sejahtera bersama dengan semua kadernya tidak seperti monyet dalam cerita Alm. Ustadz Rahmad Abdullah tersbut.

Jika para menteri, anggota dewan perwakilan rakyat, dan pejabat dari Partai Keadilan Sejahtera bisa menjalankan amanah rakyat dan bisa membantu menjadi perantara Allah SWT dalam memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, maka bukan tidak mungkin kalau tujuan dakwah yaitu mewujudkan Indonesia menjadi Negara yang adil, sejahtera, madani, bermartabat, serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWt akan segeera terwujud.

Kini merupakan saat yang tepat bagi para menteri, anggota dewan perwakilan rakyat, pejabat, dan kader dari Partai Keadilan Sejahtera bersama dengan semua elemen bangsa ini bekerja bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Kita harus yakin bahwa HARAPAN ITU MASIH ADA..

http://udaudin.blogspot.com/2011/06/kader-dakwah-bukanlah-monyet.html

Read more..

Bubarkan Institusi Hukum Kita

Tulisanku Comment( 0)

ermasalahan hukum di negeri ini sepertinya tidak pernah usai. Hari demi hari, permasalahan hukum bukan menjadi sedikit, tetapi malah menjadi semakin bertambah banyak dan rumit. Bahkan yang lebih parahnya lagi, semua instansi penegak hukum di negeri ini terlibat dalam kasus hukum. Miris memang melihatnya, instansi yang selama ini kita harapkan untuk jujur, malah menjadi aktor perusak hukum itu sendiri. Bayangkan saja, orang yang mengaku mengerti hukum saja sering melanggar hukum, apalagi orang biasa. Mau dibawa kemana Indonesia kalau aparat hukumnya seperti itu?

Tentunya kita masih ingat dengan Cirus Sinaga yang saat ini diperiksa polisi dalam kasus penghilangan pasal korupsi untuk terpidana Gayus Halomoan Tambunan. Jaksa Cirus Sinaga didakwa melanggar tiga pasal. Pertama, ia dianggap telah melanggar pasal 12 huruf e UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor. Selain didakwa menghilangkan pasal korupsi, Cirus juga didakwa pasal 21 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketiga, Jaksa Cirus Sinaga didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa seseorang untuk melakukan hal yang bertentangan dengan kewajibannya.

Selain itu, kita juga masih ingat dengan kasus yang membelit institusi kehakiman Negara kita ini. Hakim Syarifuddin ditangkap KPK di kediamannya pada Rabu (1/6) saat diduga menerima suap sebesar Rp250 juta dari Puguh Wirawan. KPK juga menangkap Puguh dan menyita sejumlah mata uang asing dengan total Rp2 miliar. Uang tersebut diduga sebagai suap terkait kasus PT Sky Camping Indonesia.

Tentunya kita sangat sedih meliat aparat penegak hukum bertindak seperti itu. Apakah mereka tidak mengerti dengan tugas dan kewajiban mereka? Lantas, salahkah jika da orang yang ingin agar institusi penegak hukum tersebut dibubarkan saja?

Keinginan tersebut memang tidak salah karena Undang-undang dalam pasal 28 E ayat 3 menjamin kebebasan setiap warga Negara untuk berserikat, berkumpul, dan juga memberikan pendapat. Tetapi, cara tersebut merupakan solusi dari permasalahan. Bahkan, cara tersebut bisa menimbulkan permasalahan baru.

Seperti kita ketahui bahwa institusi penegak hukum memiliki banyak sekali pegawai. Jika institusi tersebut dibubarkan, maka akan timbul masalah baru yaitu mau ditempatkan dimana para pegawai-pegawai tersebut jika institusi itu dibubarkan atau dihapuskan.

Lantas bagaimana solusi yang terbaik? Tentunya inilah pertanyaan yang sering kita ajukan kepada diri kita sendiri dan juga orang lain. Oleh karena itu, saya ingin memberikan pendapat saya guna menjawab pertanyaaan tersebut. Saya hanya ingin memberikan saran agar sistem hukum dinegeri ini benar-benar diterapkan. Kita sudah mengetahui bahwa sebuah sistem itu bisa dikatakan baik jika inputnya baik dan diprososes dengan baik, maka akan menghasilkan sebuah produk atau output yang baik bahkan bisa sangat baik.

Sistem hukum di negeri ini belum bisa dikatakan baik. Padahal, secara teoritis sistem penegak hukum di Indonesia ini sangat baik jika teori-teori tersebut dilaksanakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. Tetapi saying, teori-teori tersebut hanya menjadi onggokan kertas yang tiada guna dan akhirnya akan hancur dimakan oleh rayap.

Pertama kali dan mungkin yang sangat utama dalam hal perbaikan sistem penegak hukum adalah memperbaiki pola penerimaan pegawai dan calon penegak hukum. Penerimaan pegawai merupakan pintu gerbang untuk membentuk aparat penegak hukum yang jujur, tanggung jawab, dan berdedikasi tinggi untuk bangsa dan Negara.

Sudah menjadi rahasia umum di masyarakat kita, bahwa untuk menjadi pegawai atau aparat penegak hukum di lingkungan institusi penegak hukum, harus memberikan suap kepada oknum pegawai penerimaan calon pegawai dan penerimaan calon aparat penegak hukum. Kisaran harganya relatif, mulai dari lima puluh juta rupiah hingga dua ratus juta rupiah.

Mungkin banyak pimpinan dari institusi penegak hukum di negeri kita ini yang menyangkal kenyataan ini. Mereka pasti mengatakan bahwa proses penerimaan pegawai atau calon aparat penegak hukum di institusi mereka sudah transparan dan tidak ada suap menyuap.

Tetapi mau bagaimana lagi, begitulah kenyataannya di masyarakat kita. Masyarakat kita sudah terlanjur mengetahui rahasia ini bahwa untuk menjadi aparat penegak hukum, harus mengeluarkan dana yang akan digunakan untuk melakukan penyuapan. Bahkan, banyak orang tua yang melarang anaknya untuk tidak menjadi aparat penegak hukum dikarenakan prosesnya penerimaannya saja sudah seperti ini, bagaimana jika nanti sudah diterima menjadi aparat penegak hukum. Bisa-bisa nanti hukum dipermainkan guna memperkaya diri sendiri, golongan, dan juga kerabat.

Jika memang para pimpinan institusi tersebut ingin mengetahui informasi secara pasti, jangan hanya menerima laporan dari bawahan yang kebanyakan hanya berisi laporan AGAR BAPAK SENANG (ABS). sekali-sekali, cobalah turun ke lapangan dan lihat secara langsung sistem penerimaan calon aparat penegak hukum, agar mereka bisa mengetahui bagaimana sistem penerimaan pegawai dan calon aparat penegak hukum di institusi mereka agar mereka bisa melakukan perbaikan guna mewujudkan institusi penegak hukum yang benar-benar bersih dan jujur.

Memang, tidak semuanya melalui proses yang tidak jujur. Ada juga orang-orang yang diterima secara murni dengan mengikuti tahapan-tahapan tes tanpa memberikan suap. Tetapi, itu hanya seberapa dan tidaklah banyak. Janganlah hal kecil tersebut terlalu dibanggakan, sementara borok yang sangat besar didiamkan begitu saja. Tentunya nanti akan merugikan orang yang memiliki borok tersebut jika borok tersebut didiamkan dalam waktu yang lama.

Setelah pegawai dan aparat penegak hukum tersebut diterima dengan melalui proses penerimaan yang selektif, terbaik, tanpa adanya korupsi, kolusi, dan nepotisme, maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah proses pembinaan aparat penegak hukum itu sendiri.

Aparat penegak hukum, baik yang sudah lama ataupun yang masih baru, harus dibina dan didik sesuai tugasnya masing-masing. Pada saat pertama kali mereka menjabat, mereka harus dikenalkan siapa diri mereka, bagaimana hukum dinegeri tempat mereka mengabdi, dan apa tujuan yang akan mereka capai setelah mereka benar-benar mengabdi kepada bangsa dan Negara dengan cara menjadi aparat penegak hukum.

Kita lahir kedunia ini, tentunya pasti bertanya-tanya tentang siapa diri kita, siapa orang tua kita, dan juga apa hakikat kita hidup didunia ini. Begitu juga dengan aparat penegak hukum. Mereka juga harus dididik dan dibina agar mereka mengerti siapa mereka dan apa tugas mereka serta apa tujuan mereka menjadi aparat penegak hukum.

Aparat penegak hukum itu merupakan orang-orang yang menjadi wakil Tuhan dalam menerapkan sistem hukum didunia ini agar manusia bisa hidup sesuai dengan aturan sehingga terciptalah suasana kehidupan yang nyaman, aman, dan tentram.
Mereka juga harus dididik dan diajarkan bahwa perbuatan yang mereka lakukan akan diminta pertangggungjawabannya oleh Tuhan Yang Maha Esa ketika mereka telah meninggal dunia nanti. Hal ini dilakukan agar mereka benar-benar bisa menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan mereka bisa menjalankan hukum dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Setelah proses penerimaan pegawai dan aparat penegak hukum dilakukan dan proses pendidikan dan pembinaan mental dan pengetahuan mereka dilaksanakan, maka langkah selanjuutnya yang bisa dilakukan adalah proses pemberian reward dan punishment.

Reward dan punishment merupakan sebuah cara yang bagus dan bahkan sangat bagus kepada aparat penegak hukum agar mereka benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Jika mereka memberikan kontribusi yang positif dan memberikan keuntungan kepada institusi tempat mereka bekerja, sudah sepantasnyalah mereka diberikan penghargaan atau reward agar mereka bertambah semangat dalam bekerja. Tetapi jika mereka melakukan kesalahan, maka jangan ada orang yang menutup-nutupi kesalahan tersebut. Semua pegawai dan aparat penegak hukum tersebut harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan tingkat kesalahan yang mereka lakukan. Tujuan dari pemberlakukan sistem seperti ini adalah agar para pegawai dan aparat penegak hukum tersebut bisa belajar dan mempraktekkan sebuah sikap yang taat kepada hukum dan menjalankan aturan hukum sesuai dengan yang sebenarnya.

Jika sistem penerimaan dan proses pembinaan tersebut telah dan benar-benar dilakukan dengan baik dan berkelanjutan, maka saya yakin dan percaya bahwa akan sangat sedikit aparat penegak hukum yang melakukan korupsi. Kita nanti akan mendapatkan aparat penegak hukum yang kuat iman, jujur, dan takut kepada Tuhan Yang Maha Esa karena mereka meyakini bahwa Tuhan melihat apa yang mereka lakukan dan mereka takut akan adzan yang akan diberikan oleh Tuhan baik didunia maupun diakhirat.

Percayalah bahwa Harapan Itu Masih ada.

 

http://ohs87.blogspot.com/2011/06/bubarkan-institusi-hukum-kita.html

Referensi :

  1. http://www.tempointeraktif.com/
  2.  

  3. http://kabarnet.wordpress.com/
  4.  

  5. http://www.mediaindonesia.com/
  6.  

  7. http://indonews.org/
  8.  

  9. http://pandji99.wordpress.com/

Read more..
design by Natty WP